Skip to main content

5 Peristiwa Di Bulan Syawal



Dalam rentang sejarah dakwah Rasulullah SAW, cukup banyak peristiwa penting yang terjadi ketika Syawal. Kebanyakan merupakan peperangan, sedangkan sisanya, antara lain, pernikahan Rasulullah SAW dan kelahiran ilmuwan besar, Imam Bukhari. Sedikitnya, ada enam medan jihad yang bertepatan dengan bulan Syawal.

Pertama, Perang Uhud yang pecah pada 15 Syawal, yakni tiga tahun setelah hij rah nya Nabi SAW. Sebanyak 700 pasukan Muslim berhadapan dengan sekitar 3. 000 pasukan musyrik. Awalnya, umat Islam mendominasi jalannya pertem puran. Orang-orang musyrik terdesak sehingga meninggalkan harta benda yang me reka bawa. Di sinilah sekelompok pasukan Muslim yang bertugas sebagai pemanah di puncak-puncak bukit lengah.

Mereka lantas turun meskipun sebelum nya Rasulullah SAW telah berpesan agar mereka tetap bertahan, apa pun yang terjadi di tengah medan laga. Khalid bin Walid, yang waktu itu masih kafir, dan anak buahnya melihat celah untuk menyerang balik. Akhirnya, barisan Muslimin kocar-kacir. Bahkan, Rasulullah SAW mengalami luka-luka yang cukup pa rah. Alquran surah Ali Imran ayat 121 turun berkenaan dengan peristiwa ini.

Kedua, Perang Bani Qainuqa yang terjadi pada Syawal tahun kedua hijrah. Kali ini, umat Islam Madinah menghadapi fitnah yang dilancarkan kaum Yahudi. Lantaran kejahatan dan pengkhianatan kaum Yahudi itu sudah keterlaluan, Rasulullah memutuskan mengusir mereka dari Madinah. Beliau memimpin pasukan Muslim untuk menghalau mereka keluar.

Ketiga, Perang Bani Sulaim yang terjadi pada Syawal juga di tahun kedua hijrah. Lokasinya ada di Kudri. Saat itu, ada sekitar 200 orang pasukan Muslim yang berarak menuju Qarqarah al-Kadri. Rasulullah memimpin mereka dalam menghadapi Bani Sulaim dan Gathafan. Namun, musuh-musuh Islam itu pada akhir nya melarikan diri.

Keempat, Perang Khandaq yang berlangsung pada Syawal, lima tahun setelah hijrah. Ini merupakan kali pertama perang dengan strategi yang dicetuskan seorang Persia-Muslim, Salman al-Farisi. Di negerinya, kubu-kubu menciptakan parit yang dalam dan lebar guna menghalau pasukan musuh. Rasulullah menyetujui ide ini setelah berunding dengan para sa habat, termasuk Salman. Bahkan, Ra sulullah dengan tangannya sendiri ikut ber sama- sama membangun parit perta hanan itu.

Total pasukan Muslim menca pai 3. 000 orang, sedangkan pasukan seku tu kaum musyrik sebanyak seribu orang. Dalam perang ini, kubu musyrikin me ngalami kekalahan karena diterjang angin puyuh setelah menunggu lama di luar parit.

Kelima, Perang Hunain, terjadi pada tahun kedelapan Hijriyah pada Syawal. Saat itu, kaum Muslim menghadapi suku Hawazin dan suku Tsaqif. Dua pekan lamanya Perang Hunain berlangsung setelah Rasulullah berhasil memimpin kaum Muslim dalam menaklukkan Makkah tanpa pertumpahan darah. Dengan demikian, pasukan Muslim di medan Hunain cukup diuntungkan dengan kondisi men tal yang penuh kegemilangan. Dari total 12 ribu pasukan Muslim, sebanyak 2. 000 di antaranya berasal dari dukungan Quraisy Makkah. Hasilnya, Perang Hunain dimenangkan kaum Muslim.

Keenam, pengepungan Thaif yang meru pakan imbas dari Perang Hunain. Di sini, sisa-sisa kekuatan suku Hawazin dan Tsaqif yang berhasil melarikan diri dari Perang Hunain bertahan di benteng yang cukup kuat. Namun, pasukan Muslim meng gempur benteng tersebut dengan pelbagai pesenjataan, termasuk pelempar batu (manjaniq) dan pendobrak (dab babah).

Sumber : https://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/07/10/osv47q313-enam-peristiwa-penting-di-bulan-syawal

Comments

Popular posts from this blog

5 Tahapan Ukhuwah dalam islam

 *BROTHERHOOD* _"Tidaklah beriman seseorang diantaramu sehingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (HR. Bukhari-Muslim)_ Dalam dunia ini, kita bisa meneladani Rasulullah saw dalam berukhuwah, karena beliau merupakan seseorang yang memiliki sikap ukhuwah yang sangat luar biasa. Bisa dicontohkan saat sebelum beliau wafat, Rasulullah masih memikirkan keadaan umatnya kelak, walaupun beliau sudah dijamin masuk surga, namun masih memastikan apakah umatnya kelak juga bisa masuk surga. Kita hidup di dunia ini pasti bersinggungan dengan orang lain, apabila ukhuwah tidak dijalankan maka dikhawatirkan akan terjadi konflik. Bahkan konflik itu tidak hanya dapat terjadi kepada umat yang tidak seiman namun juga bisa terjadi kepada umat yang seiman. Contohnya saat pemilihan jendral perang oleh Rasulullah saw. Beliau memilih Amru bin Ash sebagai jendral perang, namun ternyata hal tersebut bertentangan dengan Umar bin Khatab. Umar berpikir mengapa bukan sah...

*THROW BACK* KASELA(kajian selasa sore)

📣 *PRESS RELEASE*📣  *[ THROW BACK ]* Notulensi Kasela Selasa, 9 April 2019 Makhmud Kuncahyo, S.Pd, M.Pd Terkadang banyak sekali orang yang ingin memperbaiki kualitas dirinya dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala namun ketika ia mengingat dosa-dosa di masa lalunya yang begitu kelam dan gelap, dia menganggap dirinya paling kotor dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima dirinya. . Sikap putus asa terhadap rahmat dari-Nya merupakan tipu daya setan agar manusia berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala sangatlah luas dan agung. . Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , *“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan di sisinya di atas arsy-Nya: sesungguhnya kasih sayang-Ku mendahului/mengalahkan kemurkaan-Ku”* . Begitu luar biasanya Allah sayang kepada hambanya. Masih pantaskah kita berputus asa dari rahmat-Nya? Masihkah kita meragukan keagungan dan kasih sayangNya? . Janganlah bers...

Kemuliaan Menghafal Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. Halo sahabat eksis yang insya Allah selalu di rahmati oleh Allah SWT. Apa kabar nih sekarang?? Semoga selalu sehat selalu ya.. hehehe.. kalian ikut nggak kegiatan tabligh akbar kemarin?? pasti ikut kan yah... hehehe oh ya kali ini admin mau meringkas kegiatan tabgligh akbar kemarin nih.. yuk baca sekarang.... 👳🏻‍♀: Ust. Deden (juara 1 MTQ International,  hafal Al- Qur'an 30 juz hanya 2 bulan) 🕌 : Masjid Ulul Albab Unnes *Menghafal Al-Qur'an adalah kemewahan,  Membaca Al-Quran adalah kebutuhan* Untuk mengamalkan Al-Qur'an cukup dengan memahami isi dan membacanya. Tetapi lebih istimewa apabila dengan menghafalkannya. Yang ingin mulia dan istimewa maka Hadirkan ayat-ayat  Al-Qur'an di hati kita. Mengamalkan Al-Qur'an itu kewajiban bagi siapapun, baik yang penghafal Al-Qur'an maupun yang bukan penghafal Al-Qur'an. Apabila ada Penghafal Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isi dari  Al-Qur...