Skip to main content

Kemuliaan Menghafal Al-Qur'an di Bulan Ramadhan

Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..


Halo sahabat eksis yang insya Allah selalu di rahmati oleh Allah SWT.
Apa kabar nih sekarang??
Semoga selalu sehat selalu ya.. hehehe..
kalian ikut nggak kegiatan tabligh akbar kemarin?? pasti ikut kan yah... hehehe

oh ya kali ini admin mau meringkas kegiatan tabgligh akbar kemarin nih..
yuk baca sekarang....

👳🏻‍♀: Ust. Deden (juara 1 MTQ International,  hafal Al- Qur'an 30 juz hanya 2 bulan)
🕌 : Masjid Ulul Albab Unnes

*Menghafal Al-Qur'an adalah kemewahan,  Membaca Al-Quran adalah kebutuhan*

Untuk mengamalkan Al-Qur'an cukup dengan memahami isi dan membacanya. Tetapi lebih istimewa apabila dengan menghafalkannya. Yang ingin mulia dan istimewa maka Hadirkan ayat-ayat  Al-Qur'an di hati kita. Mengamalkan Al-Qur'an itu kewajiban bagi siapapun, baik yang penghafal Al-Qur'an maupun yang bukan penghafal Al-Qur'an.
Apabila ada Penghafal Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isi dari  Al-Qur'an ibarat saldo uang di bank yang tidak pernah diambil/digunakan selamanya.. Menumpuk tetapi tidak berguna. Contohnya Kelompok Hawarij yang menjadi sesat akibat paham dan hafal Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkan isinya. Maka jangan bandingkan antara penghafal Al-Qur'an dengan yang tidak. Bisa jadi, yan tidak menghafal Al-Qur'an lebih banyak mengamalkan isi dari Al-Qur'an.

Ada 2 pola dalam Menghafal alquran :
  • pola ulama salaf (zaman thabiin) yaitu memahami dahulu, mengamalkan baru menghafalkan. Diceritakan sahabat nabi Umar bin Khattab menghafal surat Al-Baqarah selama 12 tahun. Mengapa? Karena beliau memahami Al-Qur'an terlebih dahulu dan menikmati prosesnya sehingga lama kelamaan hafal.
  • pola ulama kalaf yaitu menghafal dulu baru memahami dan mengamalkan.
Imam Syafii usia 7 tahun sudah hafal Al-Qur'an 30 juz.
Ketika seseorang menghafal Al-Qur'an dengan cepat maka tidak menjadikan orang itu menjadi hebat. Tetapi, Al-Qur'an lah yang menjadi mukjizat untuk dirinya.

Strategi Ust. Deden hafal Al-Qur'an dalam waktu 2 bln yaitu jangan pernah sekalipun menambah hafalan ayat Al-Qur'an kalau belum memurojaah semua hafalan sebelumnya.

Tips hafal cepat menurut Ust. Deden yaitu :
1. Niatkan dengan sungguh-sungguh.
2. Hadirkan Al-Qur'an dalam diri kita.
3. Jadikan Al-Qur'an sebagai kesenangan hati, jadikan Al-Qur'an sesuatu yang  pertama kali kita cari saat kita galau.

Cara menyikapi saat hafalan menemukan ayat-ayat yang hampir sama dalam Al-Qur'an yaitu fokus pada perbedaan,  abaikan persamaan.  Contohnya : Yaa ayyuhaladzii naa aamanu .... dalam Al-Qur'an ayat tersebut ada 88. Maka yang di hafalkan yang jadi pembedanya saja yaitu kelanjutan dari ayat tersebut.

Faktor yang bisa membuat hafalan menjadi lupa yaitu karena kita kurang mencintai Al-Qur'an dan kita lebih mencintai yang lain. Padahal Al-Qur'an lebih mencintai kita. Kita yang meninggalkan Al-Qur'an sedangkan Al-Qur'an tidak pernah meninggalkan kita.

Demikian rangkuman materi tabligh akbar yang sudah admin rangkum. semoga bermanfaat bagi kalian. jangan lupa share dan ikuti blog eksis yah... hehehe.


wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Comments

Popular posts from this blog

5 Tahapan Ukhuwah dalam islam

 *BROTHERHOOD* _"Tidaklah beriman seseorang diantaramu sehingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (HR. Bukhari-Muslim)_ Dalam dunia ini, kita bisa meneladani Rasulullah saw dalam berukhuwah, karena beliau merupakan seseorang yang memiliki sikap ukhuwah yang sangat luar biasa. Bisa dicontohkan saat sebelum beliau wafat, Rasulullah masih memikirkan keadaan umatnya kelak, walaupun beliau sudah dijamin masuk surga, namun masih memastikan apakah umatnya kelak juga bisa masuk surga. Kita hidup di dunia ini pasti bersinggungan dengan orang lain, apabila ukhuwah tidak dijalankan maka dikhawatirkan akan terjadi konflik. Bahkan konflik itu tidak hanya dapat terjadi kepada umat yang tidak seiman namun juga bisa terjadi kepada umat yang seiman. Contohnya saat pemilihan jendral perang oleh Rasulullah saw. Beliau memilih Amru bin Ash sebagai jendral perang, namun ternyata hal tersebut bertentangan dengan Umar bin Khatab. Umar berpikir mengapa bukan sah...

Sejarah Puasa Di Zaman Nabi Muhammad SAW

Puasa bagi umat Islam memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka penghambaan manusia kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya ibadah yang memerlukan peran fisik, tetapi juga memerlukan kesehatan batin, bahkan mampu menyempurnakan batin menjadi hamba yang bertakwa. Takwa yang merupakan muara akhir dari perintah puasa dijelaskan dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”  (QS. Al-Baqarah: 183) Sesuai pembahasan tema di atas, potongan ayat  كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ  (...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian...) ini merupakan titik awal mengupas sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Singkatnya, ibadah puasa juga telah menjadi kewajiban umat-umat terdah...