Skip to main content

*THROW BACK* KASELA(kajian selasa sore)

📣 *PRESS RELEASE*📣
 *[ THROW BACK ]*

Notulensi Kasela Selasa, 9 April 2019
Makhmud Kuncahyo, S.Pd, M.Pd

Terkadang banyak sekali orang yang ingin memperbaiki kualitas dirinya dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala namun ketika ia mengingat dosa-dosa di masa lalunya yang begitu kelam dan gelap, dia menganggap dirinya paling kotor dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima dirinya.
.
Sikap putus asa terhadap rahmat dari-Nya merupakan tipu daya setan agar manusia berpaling dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, padahal rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala sangatlah luas dan agung.
.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda , *“Ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan di sisinya di atas arsy-Nya: sesungguhnya kasih sayang-Ku mendahului/mengalahkan kemurkaan-Ku”*
.
Begitu luar biasanya Allah sayang kepada hambanya. Masih pantaskah kita berputus asa dari rahmat-Nya? Masihkah kita meragukan keagungan dan kasih sayangNya?
.
Janganlah bersedih dan terpuruk atas banyaknya dosa-dosa kita di masa lalu, ketika kita tidak bisa mengubah masa lalu yang kelam tapi kita masih bisa untuk mengupayakan dan merubah masa depan menjadi lebih baik dan penuh rahmat. Allahu a’lam.

IG: @eksisfeunnes
Fb: Eksis Fe Unnes
Youtube: EksisFeUnnes

#SyiarProject
#SyiarTerbaik
#EksisSERU
#Eksisfeunnes
#Eksis1440H
#Selaludihatisedekatkeluarga


Comments

Popular posts from this blog

5 Tahapan Ukhuwah dalam islam

 *BROTHERHOOD* _"Tidaklah beriman seseorang diantaramu sehingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri" (HR. Bukhari-Muslim)_ Dalam dunia ini, kita bisa meneladani Rasulullah saw dalam berukhuwah, karena beliau merupakan seseorang yang memiliki sikap ukhuwah yang sangat luar biasa. Bisa dicontohkan saat sebelum beliau wafat, Rasulullah masih memikirkan keadaan umatnya kelak, walaupun beliau sudah dijamin masuk surga, namun masih memastikan apakah umatnya kelak juga bisa masuk surga. Kita hidup di dunia ini pasti bersinggungan dengan orang lain, apabila ukhuwah tidak dijalankan maka dikhawatirkan akan terjadi konflik. Bahkan konflik itu tidak hanya dapat terjadi kepada umat yang tidak seiman namun juga bisa terjadi kepada umat yang seiman. Contohnya saat pemilihan jendral perang oleh Rasulullah saw. Beliau memilih Amru bin Ash sebagai jendral perang, namun ternyata hal tersebut bertentangan dengan Umar bin Khatab. Umar berpikir mengapa bukan sah...

Sejarah Puasa Di Zaman Nabi Muhammad SAW

Puasa bagi umat Islam memiliki makna yang sangat mendalam dalam rangka penghambaan manusia kepada Allah SWT. Puasa tidak hanya ibadah yang memerlukan peran fisik, tetapi juga memerlukan kesehatan batin, bahkan mampu menyempurnakan batin menjadi hamba yang bertakwa. Takwa yang merupakan muara akhir dari perintah puasa dijelaskan dalam Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183: ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa.”  (QS. Al-Baqarah: 183) Sesuai pembahasan tema di atas, potongan ayat  ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ  (...sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian...) ini merupakan titik awal mengupas sejarah puasa, khususnya puasa Ramadhan. Singkatnya, ibadah puasa juga telah menjadi kewajiban umat-umat terdah...